Untitled Document
Bisnis Pasang Iklan Terpercaya di Tahun 2009 Mesin Laminating Website www.VnetCenter.com DIJUAL Mesin Binding
Daftar di sini http://www.gogonai.info/?id=CISCO Mesin Laminating merek Dynamic harga Rp.1.250.000, <div align=center><a href=http:/www.fastd Dijual Mesin Binding Merek Gemet ukuran A4 harga R
       

Kembali Ke Index















Artikel Pilihan Pengunjung
(1 voter) 7 Langkah cara membuat hastakarya "Dompet Gue Banget"
(1 voter) DEMONSTRASI PARA TOKOH
(1 voter) LENGKING
(1 voter) Mari Berbagi untuk Menggandakan Kebahagiaan Kita
(2 voter) Onani
(1 voter) Fenomena Alam Untuk Renungan Kita Bersama
(1 voter) Tips Penting Agar Enteng Jodoh !
(1 voter) Perempuan Merdeka
(1 voter) Tips Membuat Situs E-Commerce yang Baik
(1 voter) Manusia Hidup untuk Belajar

Article
 
Rating: (0 voter) | Vote-Comment This Article

Renungan
Menghadapi Kegagalan
Penulis : Wati ( Isenk of Mozza )
Posting bulan : June
Website :  -

Seringkali bila kita mendengar kata gagal, maka akan tergambar semua hal yang tidak menekkan. Hati yang sempit, perasaan sedih, kecewa, marah dan sebagainya. Bahkan banyak orang yang selalu saja menghindari kegagalan tersebut dengan cara meninggalkan resiko yang ada, seolah telah berhasil menghindari suatu musibah. Tetapi yang harus diperhatikan bahwa, dalam rangka mencapai target tertentu seringkali kita harus menghadapai resiko yang besar. Dalam hal demikian maka harus di ambil resiko tersebut, karena penghindaran justru akan menjauhkan dari keberhasilan.

Dalam dunia persaingan selalu saja lekat dengan ketidakpastian. Artinya dalam rangka mencapai keberhasilan tersebut selalu berhadapan dengan unsure – unsure luar yang tidak dapat kita kuasai. Misalnya, pesaing, karena apapun usaha yang kita lakukan hanyalah untuk mengantisipasi keberadaan pesaing tersebut, tetapi kita tetap tidak dapat menguasai segala kebijakan dia yang akan merugikan kita. Oleh karena ketidakpastian tersebut, terjadi jeda waktu antara proses menuju keberhasilan dengan keberhasilan itu sendiri, bahkan seringkali terlihat jauh jaraknya. Waktu jeda itulah yang memunculkan kekhawatiran, sehingga seolah sudah benar-benar gagal.

Oleh karena itu, unsur kejiwaan menjadi unsure penting untuk menghadapai kegagalan yang sudah terjadi. Karena pada saat terjadinya kegagalan, kemantapan jiwa merupakan faktor yang penting. Karena pada saat jiwa terguncang maka kemampuan untuk berpikir yang baik juga berkurang. Sehingga tidak mampu mengadakan usaha perbaikan. Sehingga kejiwaan yang mantap tersebut merupakan potensi untuk memperbaiki keadaan.

Dalam menghadapai kegagalan maka sikap menerima kegagalan adalah kondisi jiwa yang paling menguntungkan. Karena apabila jiwa dalam keadaan menerima, justru tidak akan terlalu sakit bila dibandingkan bila jiwa dengan keras menolak kegagalan tersebut. Yang terjadi adalah keadaan jiwa yang sakit, sehingga mengakibatkan lemah fisik, lemah semangat, sulit berpikir dengan jernih. Inilah akibat buruk dari jiwa yang tidak dapat menerima kegagalan tersebut.

Jadi kita harus melatih diri dan jiwa kita agar lebih bisa menerima apapun kedaaan yang kita alami, dengan sikap menerima tersebut maka kondisi jiwa akan terasa lebih tenang, sehingga dapat lebih memikirkan bagaimana usaha untuk memperbaiki keadaan. Disamping itu, berbagai cerita orang yang telah berhasil, tidak ada suatu keberhasilan tanpa didahului oleh kegagalan. Tetapi dengan kegagalan itu mereka telah mendapatkan pelajaran yang berharga. Sehingga dapat bertindak dengan lebih benar.

Yang terpenting adalah jangan menganggap kegagalan adalah akhir dari segalanya, karena kita masih bisa meneruskan usaha kita selagi kita masih memiliki kemauan yang kuat. Ingatlah pepatah : “Disitu ada kemauan, disitu ada jalan”.





Sumber : Buku “Professional Attitude

Gambar :



Penulis:


Wati


Vote-Comment
User :
 
Password :
 
Rating :
Comment:
 

Berpatisipasilah dalam memberikan nilai / masukan pada artikel yg ada, hal ini akan membantu penulis memperbaiki artikel yg dibuatnya, - editor

Last Vote-Comment (Total 0 voter - 0 comment)
   
Total hit mulai 1 mei 2009
Website counter
counter by : www.totallyfreecounter.com
Copyright ©2006 Desain:kepitingkering